Pantai Siung
Mei 21, 2008
Akhirnya impian untuk pergi ke pantai Siung terwujud juga kemaren ditemeni sama temenku yang buuaaaeekkk banget malah sangat2 baek (si ni)
. Start dari rumah sekitar pukul 10 pagi kemudian langsung berangkat menuju TKP (Tempat Kunjungan Pariwisata) so pasti pantai Siung lah. Menusuri desa Sabarangkali-Prambanan-Piyungan-Wonosari. Berhubung belum tau letak pante Siung selain bermodal plangkat petunjuk jalan ya bertanya2 pada orang2 setempat yang ditemui di pinggir jalan akan tetapi modal yang sangat penting is tekad dan keyakinan yang kuat (lha baru pertama kali itu je). Mulai dari plangkat yang menunjukkan arah Wonosari-P. Sadeng-Tepus. Nah sampai di Wonosari bertanya bapak tukang parkir di pinggir jalan arah ke P. Siung dan bapak itu menjawab “Wah P.Siung masih jauh mbak, ini lurus aja nanti kalo sudah sampe Semanu arah P.Siung”. Setelah itu langsung meluncur ke Semanu seperti kata pak tukang parkir, sampailah di Semanu dan ditemukan perempatan yang harus dipilih kemudian tanya sama pak polisi yang ada di counter pulsa sebrang jalan dan pak pol bilang “Jalan ke P.Siung masih jauh dan berkelok2 kemudian dari perempatan disuruh milih yang belok kiri sampe Pasar Beduyu/Bedoyo, nanti sampe Beduyu kanan tanya P.Siung” nah terus kami kembali meluncur ke TKP. Ada jalan pertigaan yang menunjukkan arah WediOmbo ke kiri dan lurus ke P.Sadeng, mungkin karena ragu akhirnya kami kembali ke pertigaan tadi untuk ambil yang ke WediOmbo dan daripada kesasar tanya lagi dah sama mas2 yang ada si counter dan itu mas menyarankan suruh kembali ke pertigaan milih yang jalan lurus nanti kalo sudah ktm pasar Beduyu belok kanan trs lurus aja gtyuuu. Nah menusuri jalan berhutan untuk menemukan Pasar Beduyu yang begitu jauhnya ternyata,hmmm setelah tu pasar ketemu ambil kanan dan takut salah trs nyasar tanya lagi sama mas2 yang lagi jajan es kalo gak kliru hehhehee. Ternyata arah yang kami ambil benar dan tetep meluncur ke TKP kemudian menemukan pertigaan danharus ambil yang mana, hhmmmmm akhirnya berhinti dulu buat beli air minum sambil beli air minum tanya sama penjualnya dan dikasih tau dari jalan lurus trus sampe ada tugu ambil kanan danada plangkat arahke P.WediOmbo-P.Siung, P.Baron-Krakal-Kukup. Kembali meluncur ke perjalanan yang cukup jauh dan dengan keyakinan yang kuat akhirnya menemukan itu tugu beserta plangkatnya, ambil kanan hhhhmmmm ternyata jauh juga akan tetapi bermotor ria sambil menikmati bukit2 dengan jalan yang berkelok2 menanjak (fuuuuuhhh dipantat panas banget booooo). Setelah perjalanan yang cukup lama dan jauh sampai lah di tempat retribusi P.Siung. Biaya retribusi per @ Rp. 1500 (wah murah ya
). Hhhhhhmmmm ku kira dari pos retribusi jaraknya gak jauh lagi tapi ternyata masih jauh juga padahal dah kepengen nyampe ke P.Siung gityuuuu. Wuih ternyata setelah berlama2 pantat di jok motor P.Siung kelihatan jg dari kejauhan alhasil dengan begitu senengnya sampailah kami di P.Siung. Wuih pantenya bagus banget, ombaknya gede, pantenya bersih lagi. Yach sebelum mengeluarkan hasrat maen ombak di pante kami harus sholat dulu after that barulah meluncur ke hamparan pasir putih yang begitu eloknya. Mungkin ini sudah adat ya kalo maen ke pante itu harus basah ya paling gak celana doang yang basah dan maen ombak hehhehhehe
. Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia. Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.
Puas yang maen air sambil nyari ikan tapi gak ketangkep2 ya nyari kepompong aja lah, dapat juga bbrp kepompong yang lucu2+rumput laut+batu2an yang unik. Setelah itu menyusuri pante yang sebelah timur di deburan ombak sambil ngobrol2 di pasir putih. Ya setelah puas (sebenere lom puas sichh) sekitar jam 2an pergi dari P.Siung untuk pulang+cari makan berhubung cacing2 diperut sudah pada teriak2 gt. Perjalanan pulang ternyata juga membingungkan, wah lupa maren sudah bertanya berapa kali hahhahah. Setelah bertanya2 akhirnya ketemu juga arah jogja,prambanan,klaten. Ambillah yang arah Prambanan-Klaten untuk pulang akan tetapi menyusuri dulu desa piyungan baru prambanan terus klaten. Akhirnya sampe juga di Prambanan trs cari makan lha wes luuaapeerrr bangettt gt trs cari mushola buat sholat trs pulang sampe rumah dechh.
Banyak pengalaman dari perjalanan ke P.Siung maren yang dimulai dari tanya2 sama orang yang belum dikenal sama sekali akan tetapi kami nurut aja sama orang2 yang ngasih tau arah ke kami kan bisa jadi dibohongi eh ternyata tidak, dan dari orang2 yang kami tanyai bermacam2 karakter juga ada yang lemah lembut, sopan, ada juga yang judesssa banget, dan dari itu tambah temen juga hehhehhe akan tetapi keyakinan dan tekad kuat lah yang mengantar kami sampai di P.Siung. Wah perjalanan yang seruuuuu, kapan2 diulang lagi ahhh hehhehhehe
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed