Hhmmmm hari minggu kemaren sekedar refreshing diajak temen2 kuliah ke P.Sundak, ya berhubung gak ada acara setelah ambil bunga so ikutlah diriku ke P.Sundak. Ke P.Sundak 10 orang dan aku cewek sendiri yang laennya cowok (wehehheheheh wonder momen lagii ooyyy
). Ya sebelumnya bersembilan tapi berhubung lewat kota tercintaku (so pasti klaten lah) pada sms kalo mau ke Sundak, akhirnya ngikut dah. Kemudian meluncur ke rumahku eh bukan rumahku ding tapi rumahe babe ma nyakku
dasn kesasar pula hahahaha. Start berangkat kurang lebih jam 10an lah dengan rute prambanan-piyungan-wonosari. Singkat cerita di tikungan menanjak sebelum Bukit Bintang ada insident yang lumayan mengagetkan dan lumayan parah, salah satu motor temenku terkapar di tepi jurang karena ngebut dan belum menguasai medan disana. Alhamdulillah orangnya baek2 saja hanya motor bagian depan yang rusak. Dia takut kalo ortunya marah akan tetapi temen2 berusaha nenangin dia. After that melaju ke TKP (Tempat Kunjungan Wisata) dan cari bengkel untuk betulin tu motor. Seetlah beberapa jam perjalanan di tengah jalan ada razia gabungan ya terhambat deh gara2 razia karena itu KTL (Kawasan Tertib Lalulintas) setelah terlewati kami ber 10 langsung menuju TKP. Sampe pos retribusi P.BKK-P.Drini-P.Sundak-P.Sekandang ya bayarlah akhirnya @ 9.000 murah juga (wah sama harganya dengan kawasan wisata Candi Borobudur). Terus motor kembali melaju ke P.Sundak selang beberapa menit sampelah kami ke P.Sundak walopun sebelumnya pake nyasar ke P.Krakal hehehehe
. Ke parkiran terus ke mushola untuk menunaikan kewajiban dan rehat sejenak. Setelah semuanya siap untuk mandi di air pante langsung lah kami meluncur ke pante yang sebelah barat tempat kapal2 nelayan, kemudian ke pante sebelah timur. Disana aku jadi korban oeeyyyy, korban temenku yang jatuh tadi, diceburin ke pante boooo sampe basah kuyup mana gak bawa ganti lagii (kan niatnya gak keceh) ditambah lagi dilempari pasir putih secara bajuku kan kena pasir putih gituuuuu
. Nah mereka yang maen lom puas akhirnya kami menuju ke pante sebelah barat yang katanya lebih bagus dari pante sebelah timur. Meluncurlah kami kesana, ternyata bagus juga pemandangannya dan ombaknya pun besar jadi bisa pada mandi air garam disana hehhhee. Jalan2, lari2, lempar2an pasir di sepanjang pantai. Berhubung bajuku basah dan mencoba mengeringkannya dengan duduk di atas karang. Temen2 yang pada maen air ngajaki diriku untuk turun tapi ku ndak mau ehh malah mereka bilang kalo ndak mau ntar dipaksa (yo moh mosok dipekso
). Ya buat nglegani (dalam bhs jawa) akhirnya turunlah diriku ke pante eh disana malah dikejar2 untuk diceburin ke pante, ternyata mereka berhasil juga menangkapku dan diceburkan lah diriku di pante (ffuuuhhh jadi korban kik). Puas mereka menceburkan diriku terus maen pasir dan salah satu temen jadi korban di kubur pake pasir yang katanya mau jadi superman hehehe
.
Ternyata P.Sundak ini mempunyai riwayatnya sendiri selain panoraman yang disajikan begitu bagusnya. Panti Sundak, perkelahian asu dan landak yang menuai berkah (kisah yang saya baca di salah 1 situs wisata). Pantai Sundak tak hanya memiliki pemandangan alam yang mengasyikkan, tetapi juga menyimpan cerita. Nama Sundak ternyata mengalami evolusi yang bukti-buktinya bisa dilacak secara geologis. Wilayah yang diuraikan di atas sebelum tahun 1930 masih terendam lautan. Konon, air sampai ke wilayah yang kini dibangun masjid, batu karang yang membentuk gua pun masih terendam air. Seiring proses geologi di pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah di dekat masjid akhirnya menjadi daratan baru yang kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk aktivitas ekonominya hingga saat ini. Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut yang akhirnya menjadi titik tolak penamaan pantai ini. Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah). Perubahan nama berlangsung beberapa puluh tahun kemudian. Sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Suatu siang, seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut dan keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.
Ya itu sedikit cerita sejarahnya P.Sundak. setelah semua sudah puas mandi di air yang uuuuaaasiiinnn beranjak ke daratan untuk proses pengeringan badan (wah gek dadi ireng mengko ffuuhh ). Rehat sebentar di kapal nelayang yang menepi kemudian ke atas karang yang ada joglonya, dari atas pemandangannya bagus banget dan ombaknya keliatan besar selang beberapa menit air mulai surut dan karang2 beserta rumput laut yang hijau. Selese proses pengeringan kami semua turun berjalan menuju mushola untuk sholat, rehat lageee dan kemudian go to home ooeeyyyy. Ya lumayan seneng bisa liburan ke pante lagi, kalo tidak salah sudah 3 pante yang saya kunjungi pada bulan ini. Hhhmmm besok ke pante mana lagi yaaaa????kapan2 ah kalo ada waktu luang








woi,,,yay,,,, dari kesemua tulisan2mu kebanyakan cerita tentang tempat wisata ya,,, mau cari sampingan jadi guide yah
)
kalo ga tempat wisata,,,mentok nyeritain makanan (adweuh, adweuh, adweuh…) yang paling bener nyeritain emansipasi wanita (tu baguss…)
by the way,,, met ngapain aja,, moga kuliahnya tambah lancar, banyak rejeki, banyak anak(upss… belum ya). tingkatkan terus nge-blognya
thanx
P.S: kapan2 gantian mampir ke blogku napa..
Memperingati Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia 31 Mei : 43 juta anak Indonesia saat ini hidup serumah dengan perokok & menghirup asap tembakau pasif/asap tembakau lingkungan, visit http://rapling.wordpress.com/ Copy Paste pesan ini dan sebarkan ke kontak kamu!