Akhirnya hilang juga syndrome pra ujian TA yang menghantui karena selesai sudah menghadapi hujatan-hujatan para dosen penguji dengan durasi 2 jam dikurung dalam ruangan ujian mana suasana deg degan campur aduk dengan keringat dingin, ya bisa dibilang demam panggung tapi untuk kali ini demam kursi (lha duduk-red) dan tepat hari itu juga pengumuman lulus pun keluar , hasil teeerrrreeeennnngggg ……….. (kira-kira apa???? coba tebak!!! buat Pe-eR ya!!!!). Dikarenakan ujian sudah kelar maka diputuskan untuk refreshing bareng sama temen-temen yang sudah ujian di minggu pertama (jadwal 2 minggu tapi dapet yang duluan…..acik acik) dan pas itu juga kedatangan seorang tamu cewek yang lumayan narsisnya namanya ceryl, orang demak (bakalan Ge-eR tu anak namanya tak posting di blogku hahaha). Ok…mulailah berjelajah ria di hari minggu siang yang panasnya sang raja siang begitu luar biasanya dan bisa bikin kulit item. Tujuan jelajah kali ini adalah Borobudur Temple. Seneng rasanya bisa ke Borobudur lagi setelah hampir setahun dan kurasa ke Borobudur maren aku menepati janjiku untuk kembali kesana (positangan Borobudur I Will Back).
Lumayan berlama-lama juga di puncak candi padahal panasnya minta ampun (idep-idel ngitemin badan.red). Setidaknya rasa panas tak terpikirkan lagi setelah melihat dan menikmati keindahan yang disuguhkan juga sesekali canda tawa bareng dengan temen-temen sambil jepret sana jepret sini dan tertangkaplah sebuah pemandangan yang bisa mengingatkan waktu kecil.
Waktu untuk menikmati suasana Candi Borobudur pun usai karena masih ingin melanjutkan perjalanan lagi k e Malioboro akan tetapi sebelum keluar dari area candi terlihat sebuah pemandangan yang mungkin tidak biasa. Sebuah pemandangan yang tiba-tiba melintas dihadapanku ketika akan keluar pintu candi dan mulailah diri ini tertarik untuk mengankat dalam posting kali ini.
Terlihat seorang bocah seumuran adekku kira-kira usia 13-15 tahun dengan mengenakan hem lengan pendek, celana panjang dan sandal jepit membawa lukisan kaligrafi dari bambu dan itu barang dagangannya dengan raut muka yang penuh rasa lelah karena menawarkan barang dagangangnya. Ada 3 lembar gulungan kaligrafi yang ditenteng dan ditawarkan kepada para pengunjung candi. Bocah itu beroperasi diluar pintu masuk area candi ketika ingin masuk ada satpam yang begitu kasarnya mengusir bocah itu. Karena mungkin pikiran bocah itu kalo jualan di dalam bakal laku karena pengujung lebih banyak di dalam, ya walopun harus bersaing dengan orang lain yang lebih tua dan menjual barang yang sama. Akan tetapi keinginan bocah itu terhalangi oleh satpam yang berjaga dan bisa jadi satpam ini bekerja secara profesional, mungkin orang yang berjualan di dalam sudah mendapat ijin resmi. Tetep aja miris rasanya hati ini melihat. Apa sech yang ada dipikiran orang-orang ketika mereka hidup serba kecukupan sedangkan diluar sana yang banyak mengalami keadaan jauh dari kecukupan??? Sempat sedikit banyangan hinggap di kepalaku, jika bocah itu adekku apa iya aku sebagai kakak membiarkan dia bekerja kemudian putus sekolah untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kemudian aku buang jauh-jauh bayangan itu karena aku bersyukur atas keadaan ini, atas apa yang telah DIA berikan untuk aku dan keluargaku. Rasanya waktu itu pengen ngobrol dengan bocah itu akan tetapi waktu yang tidak memungkinkan. Bocah ini harus kerja keras untuk membantu keluarganya sehingga waktu dihabiskan untuk bekerja sehingga bisa jadi bocah ini nggak bisa maen-maen seperti 3 bocah yang sedang asyik manjat pohon kelapa dan maen bola. Pemandangan yang bisa dijadikan untuk pelajaran hidup dan memang benar kata orang “ada kalanya kita dibawah dan ada kalanya pula kita diatas” dan pandai-pandailah bersyukur atas nikmat yang telah DIA berikan.
Beberapa photo bocah itu yang bisa diambil











diajeng…….
ternyata dirimu ngefans ma q jg youh.
q gak Ge-Er kuk klo namaku di cantumin diblog mu ini….
hehehehehehehhehehehee